1.
Sektor
Formal
Sektor
formal adalah laapangan usaha yang secara sah terdaftar dan mendapat izin dari
pejabat berwenang. Kegiatannya terhimpun dalam bentuk badan usaha seperti BUMN,
BUMS atau koperasi.
Ciri-ciri
sektor formal :
- adanya izin mendirikan usaha dari pemerntah
- modal yang dibutuhkan relatif besar
- kewajiban membayar pajak
- perolehan laba relatif besar
- kegiatan usaha lebih banyak terpusat dikota-kota
Contoh usaha
sektor ekonomi formal antara lain :
1.
Perbankan
2.
Transportasi
3.
Retail
4.
Distrikbusi
5.
Komunikasi
6.
Properti
2.
Sektor
informal
Sektor
informal yaitu sektor ekonomi yang paling banyak menyerap tenaga kerja dan pada
umumnya tidak memiliki izin.
Ciri-ciri
sektor informal :
- tidak memiliki izin usaha
- modal yang diperlukan relatif kecil
- peralatan yang digumakan sederhana
- tidak terkena pungutn pajak
- pengadministrasian sangat sederhana
Contoh usaha
sektor ekonomi informal : warung makan, pedagang kaki lima, salon
kecantikan, biro jasa pengetikan.
Prioritas utama dalam penanggulangan pengangguran adalah melalui penciptaan
kesempatan kerja yang produktif dan remuneratif ataudecent works. Sesuai dengan kondisi dan struktur perekonomian Indonesia, penciptaan kesempatan kerja tidak mungkin diandalkan melalui pengembangan usaha besar dan menengah. Strategi penciptaan kesempatan kerja adalah melalui pengembangan usaha mandiri dan usaha keluarga, serta usaha-usaha kecil.
2.Peningkatan kualitas angkatan kerja melalui berbagai lembaga pelatihan tenaga kerja, agar memiliki keterampilan yang cukup dan mampu mencegah meningkatnya tingkat setengah pengangguran.
3.Badan usaha dan perusahaan dapat membuka peluang/pelatihan kerja buat para mahasiswa tingkat akhir, dengan pengalaman kerja dan kemampuan kerja dan kekuatan mental dan karakter yang baik, yang dibina selama bekerja di suatu perusahaan pada akhir masa studinya. Tenaga kerja yang ada akan semakin terampil dan lebih mudah mendapat pekerjaan yang sesuai dengan kualifikasinya.
4.Revitalisasi sektor-sektor yang mampu menyerap tenaga kerja terutama sektor formal melalui dukungan baik kebijakan, birokrasi maupun dukungan langsung untuk mengembangkan sektor-sektor tersebut.
5.Reformasi peraturan ketenagakerjaan perlu dilakukan segera untuk mendorong penciptaan lapangan kerja di sektor formal. Hal ini secara otomatis dapat megurangi tenaga kerja yang bekerja di sector informal dan dapat mengurangi jumlah setengah penganggur. Seperti kita ketahui bahwa selama ini peraturan ketenagakerjaan di Indonesia belum sepenuhnya mendukung penyerapan angkatan kerja di sektor formal.
6.Penganggur di sektor informal perlu dibantu melalui: a) peningkatan kewirausahan di bidang usaha yang ditekuni, atau b) mengembangkan industri rumah tangga (home industries). Hal ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja penganggur.
7.Perlu diciptakan sistem pendanaan yang sangat sederhana, yaitu dengan sistem modal bergulir (revolving fund) dengan tingkat bunga yang sangat rendah atau tanpa bunga dalam jangka waktu tertentu. Fungsi Koperasi perlu ditingkatkan untuk menampung dan kemudian memasarkan hasil-hasil usaha mandiri dan usaha kecil dimaksud.
Sektor Pertanian
Sektor PertanianIndonesia
1. Definisi
Pertanian
A.T Mosher
(1968;19) mengartikan, pertanian adalah sejenis proses produksi khas yang
didasarkan atas proses pertumbuhan tanaman dan hewan. Kegiatan-kegiatan
produksi didalam setiap usaha tani merupakan suatu bagian usaha, dimana biaya
dan penerimaan adalah penting. Tumbuhan merupakan pabrik pertanian yang primer.
Ia mengambil gas karbondioksida dari udara melalui daunnya. Diambilnya air dan
hara kimia dari dalam tanah melalui akarnya. Dari bahan-bahan ini, dengan
menggunakan sinar matahari, ia membuat biji, buah, serat dan minyak yang dapat
digunakan oleh manusia. Pertumbuhan tumbuhan dan hewan liar berlangsung di alam
tanpa campur tangan manusia. Beribu-ribu macam tumbuhan di berbagai bagian
dunia telah mengalami evolusi sepanjang masa sebagai reaksi terhadap adanya
perbedaan dalam penyinaran matahari, suhu, jumlah air atau kelembaban yang
tersedia serta sifat tanah. Tiap jenis tumbuhan menghendaki syarat-syarat
tersendiri terutama tumbuhnya pada musim tertentu. Tumbuhan yang tumbuh di
suatu daerah menentukan jenis-jenis hewan apakah yang hidup di daerah tersebut,
karena beberapa di antara hewan itu memakan tumbuhan yang terdapat di daerah
tersebut, sedangkan lainnya memakan hewan lain. Sebagai akibatnya terdapatlah
kombinasi tumbuhan dan hewan di berbagai dunia.
Pertanian
terbagi ke dalam pertanian dalam arti luas dan pertanian dalam arti sempit
(Mubyarto, 1989;16-17). Pertanian dalam arti luas mencakup :
- Pertanian rakyat atau disebut sebagai pertanian dalam arti sempit.
- Perkebunan (termasuk didalamnya perkebunan rakyat atau perkebunan besar).
- Kehutanan.
- Peternakan.
- Perikanan (dalam perikanan dikenal pembagian lebih lanjut yaitu perikanan darat dan perikanan laut).
Sebagaimana
telah disebutkan di atas, dalam arti sempit pertanian diartikan sebagai pertanian
rakyat yaitu usaha pertanian keluarga di mana diproduksinya bahan makanan utama
seperti beras, palawija (jagung, kacang-kacangan dan ubi-ubian) dan
tanaman-tanaman hortikultura yaitu sayuran dan buah-buahan. Pertanian rakyat
yang merupakan usaha tani adalah sebagai istilah lawan dari perkataan “farm”
dalam Bahasa Inggris.
Pertanian
akan selalu memerlukan bidang permukaan bumi yang luas yang terbuka terhadap
sorotan sinar matahari. Pertanian rakyat diusahakan di tanah-tanah sawah,
ladang dan pekarangan. Di dalam pertanian rakyat hampir tidak ada usaha tani
yang memproduksi hanya satu macam hasil saja. Dalam satu tahun petani dapat
memutuskan untuk menanam tanaman bahan makanan atau tanaman perdagangan. Alasan
petani untuk menanam bahan makanan terutama didasarkan atas kebutuhan makan
untuk seluruh keluarga petani, sedangkan alasan menanam tanaman perdagangan
didasarkan atas iklim, ada tidaknya modal, tujuan penggunaan hasil penjualan
tanaman tersebut dan harapan harga.
- Definisi Pertanian Padi
Manusia
membutuhkan energi untuk mempertahankan ketahanan tubuhnya. Nasi merupakan
salah satu bahan makanan pokok yang mudah diolah, mudah disajikan, enak, lagi
pula nilai energi yang terkandung di dalamnya cukup tinggi, sehingga
berpengaruh besar terhadap aktivitas tubuh atau kesehatan. Padi merupakan bahan
makanan yang menghasilkan beras.
Menurut cara
tanamnya, padi dapat dibagi menjadi padi sawah dan padi gogo. Padi sawah adalah
padi yang ditanam di sawah dengan pengairannya sepanjang musim atau setiap saat.
Sedangkan padi gogo adalah padi yang diusahakan di tanah tegalan kering secara
menetap. Padi gogo diusahakan dengan menerapkan teknik budidaya seperti
pengolahan tanah, pemupukan, dan pergiliran tanaman (AAK, 1990).
- Definisi Usaha Tani
A.T Mosher
(Mubyarto, 1989;66) memberikan definisi farm sebagai suatu tempat atau bagian
dari permukaan bumi di mana pertanian diselenggarakan oleh seorang petani
tertentu apakah ia seorang pemilik, penyakap atau manajer yang digaji.
Sedangkan usaha tani adalah himpunan dari sumber-sumber alam yang terdapat
tempat itu yang diperlukan untuk produksi pertanian seperti tubuh tanah dan
air, perbaikan-perbaikan yang telah dilakukan di atas tanah itu, sinar
matahari, bangunan-bangunan yang didirikan di atas tanah dan sebagainya. Usaha
tani dapat berupa usaha bercocok tanam atau memelihara ternak.
Ciri yang
sangat menonjol dalam sistem usaha tani khususnya tanaman pangan adalah
jaringan irigasi. Sedangkan ciri umum yang spesifik pada suatu wilayah antara
lain adanya lahan yang selalu tergenang, lahan dataran tinggi dengan suhu yang
sangat rendah, kondisi iklim yang kering atau basah. Bentuk umum sistem usaha
tani diIndonesiadapat dibedakan (Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen
Pertanian, 1990) antara lain :
- Sistem usaha tani lahan sawah dengan tanaman padi sebagai tanaman utama, diselingi palawija, sayur-syuran atau tebu.
- Sistem usaha tani lahan kering atau tegalan di mana padi gogo dan berbagai jenis tanaman palawija dan hortikultura sebagai komoditas pokok.
- Sistem usaha tani lahan dataran tinggi banyak ditanami dengan sayur-sayuran dan beberapa jenis palwija dan sebagian varietas padi.
- Usaha tani perkebunan yang umumnya menanam berbagai jenis tanaman ekspor dan industri sebagai komoditas yang diusahakan
- Definisi Pembangunan Pertanian
Pembangunan
sering diartikan pada pertumbuhan dan perubahan. Jadi pembangunan pertanian
yang berhasil dapat diartikan kalau terjadi pertumbuhan sektor pertanian yang
tinggi dan sekaligus terjadi perubahan masyarakat tani dari yang kurang baik
menjadi lebih baik (Dr. Soekartawi, 1994;1).
Sektor
pertanian diIndonesiadianggap penting terlebih dari peranan sektor pertanian
terhadap penyediaan lapangan kerja, penyediaan pangan, penyumbang devisa negara
melalui ekspor dan sebagainya. Dalam pertanian tanaman pangan
diIndonesiaterdapat urutan komoditas menurut kepentingannya (Badan Penelitian
dan Pengembangan Departemen Pertanian, 1990;8). Tanaman padi adalah tanaman
utama. Meskipun secara ekonomis tanaman padi bukan yang paling menguntungkan,
kebanyakan petani mengutamakan padi dalam usaha taninya.
- Syarat-syarat dalam Pembangunan Pertanian
A.T Mosher
telah menganalisa syarat-syarat pembangunan pertanian di banyak negara dan
menggolong-golongkannya menjadi syarat-syarat mutlak dan syarat-syarat
pelancar. Terdapatlimasyarat yang tidak boleh tidak harus ada untuk adanya
pembangunan pertanian. Kalau satu saja syarat-syarat tersebut tidak ada, maka
terhentilah pembangunan pertanian, pertanian dapat berjalan terus tetapi
sifatnya statis.
Syarat-syarat
mutlak yang harus ada dalam pembangunan pertanian (A.T Mosher, 1965;77) adalah
:
1. Adanya pasar untuk hasil-hasil usaha tani.
2. Teknologi yang senantiasa berkembang.
3. Tesedianya bahan-bahan dan alat-alat produksi secara lokal.
4. Adanya perangsang produksi bagi petani
5. Tersedianya perangkutan yang lancar dan kontinyu.
1. Adanya pasar untuk hasil-hasil usaha tani.
2. Teknologi yang senantiasa berkembang.
3. Tesedianya bahan-bahan dan alat-alat produksi secara lokal.
4. Adanya perangsang produksi bagi petani
5. Tersedianya perangkutan yang lancar dan kontinyu.
Untuk lebih
jelasnya, syarat-syarat mutlak yang diperlukan dalam pembangunan pertanian
tersebut akan dijabarkan sebagai berikut :
- Pasaran untuk Hasil Usaha Tani.
- Tidak ada yang lebih menggembirakan petani produsen daripada diperolehnya harga yang tinggi pada waktu ia menjual produksinya.
- Harga baik atau buruk (tinggi atau rendah) pada umumnya dilihat petani dalam hubungan dengan harga-harga saat panen sebelumnya.
Pembangunan
pertanian meningkatkan produksi hasil pertanian. Untuk hasil-hasil itu perlu
ada pasaran serta harga yang cukup tinggi guna membayar kembali biaya-biaya
tunai dan daya upaya yang telah dikeluarkan petani sewaktu memproduksikannya.
Diperlukan tiga hal dalam pasaran untuk hasil usaha tani (A.T Mosher, 1965;78),
yaitu :
- Seseorang di suatu tempat yang membeli hasil usaha tani, perlu ada permintaan (demand) terhadap hasil usaha tani ini.
- Seseorang yang menjadi penyalur dalam penjualan hasil usaha tani, sistem tataniaga.
- Kepercayaan petani pada kelancaran sistem tataniaga itu.
Kebanyakan
petani harus menjual hasil-hasil usaha taninya sendiri atau di pasar setempat.
Karena itu, perangsang bagi mereka untuk memproduksi barang-barang jualan,
bukan sekedar untuk dimakan keluarganya sendiri, lebih banyak tergantung pada
harga setempat. Harga ini untuk sebagian tergantung pada efisiensi sistem
tataniaga yang menghubungkan pasar setempat dengan pasar di kota-kota.
- Teknologi dalam Pembangunan Pertanian yang Senantiasa Berkembang
Kemajuan dan
pembangunan dalam bidang apapun tidak dapat dilepaskan dari kemajuan teknologi.
Revolusi pertanian didorong oleh penemuan mesin-mesin dan cara-cara baru dalam
bidang pertanian. A.T Mosher (Mubyarto, 1989;235) menganggap teknologi yang
senantiasa berubah itu sebagai syarat mutlak adanya pembangunan pertanian.
Apabila
tidak ada perubahan dalam teknologi maka pembangunan pertanian pun terhenti.
Produksi terhenti kenaikannya, bahkan dapat menurun karena merosotnya kesuburan
tanah atau karena kerusakan yang makin meningkat olehhamapenyakit yang semakin
merajalela.
Teknologi
sering diartikan sebagai ilmu yang berhubungan dengan keterampilan di bidang
industri. Tetapi A.T Mosher (1965;93) mengartikan teknologi pertanian sebagai
cara-cara untuk melakukan pekerjaan usaha tani. Didalamnya termasuk cara-cara
bagaimana petani menyebarkan benih, memelihara tanaman dan memungut hasil serta
memelihara ternak. Termasuk pula didalamnya benih, pupuk, pestisida,
obat-obatan serta makanan ternak yang dipergunakan, perkakas, alat dan sumber
tenaga. Termasuk juga didalamnya berbagai kombinasi cabang usaha, agar tenaga
petani dan tanahnya dapat digunakan sebaik mungkin.
Yang perlu
disadari adalah pengaruh dari suatu teknologi baru pada produktivitas
pertanian. Teknologi baru yang diterapkan dalam bidang pertanian selalu
dimaksudkan untuk menaikkan produktivitas, apakah ia produktivitas tanah, modal
atau tenaga kerja. Seperti halnya traktor lebih produktif daripada cangkul,
pupuk buatan lebih produktif daripada pupuk hijau dan pupuk kandang, menanam
padi dengan baris lebih produktif daripada menanamnya tidak teratur.
Demikianlah masih banyak lagi cara-cara bertani baru, di mana petani setiap
waktu dapat meningkatkan produktivitas pertanian. Dalam menganalisa peranan
teknologi baru dalam pembangunan pertanian, digunakan dua istilah lain yang
sebenarnya berbeda namun dapat dianggap sama yaitu perubahan teknik (technical
change) dan inovasi (inovation) menurut Mubyarto (1989;235). Istilah perubahan teknik
jelas menunjukkan unsur perubahan suatu cara baik dalam produksi maupun dalam
distribusi barang-barang dan jasa-jasa yang menjurus ke arah perbaikan dan
peningkatan produktivitas. Misalnya ada petani yang berhasil mendapatkan hasil
yang lebih tinggi daripada rekan-rekannya karena ia menggunakan sistem
pengairan yang lebih teratur. Caranya hanya dengan menggenangi sawah pada
saat-saat tertentu pada waktu menyebarkan pupuk dan sesudah itu mengeringkannya
untuk memberikan kesempatan kepada tanaman untuk mengisapnya. Sedangkan inovasi
berarti pula suatu penemuan baru yang berbeda dari yang sudah ada atau yang
sudah dikenal sebelumnya, artinya selalu bersifat baru. Sebagai contoh,
penerapan bibit karet yang unggul dalam penanaman baru adalah inovasi.
- Tersedianya Bahan-bahan dan Alat Produksi secara Lokal
Bila petani
telah terangsang untuk membangun dan menaikkan produksi maka ia tidak boleh
dikecewakan. Kalau pada suatu daerah petani telah diyakinkan akan kebaikan mutu
suatu jenis bibit unggul atau oleh efektivitas penggunaan pupuk tertentu atau
oleh mujarabnya obat pemberantas hama dan penyakit, maka bibit unggul, pupuk
dan obat-obatan yang telah didemonstrasikan itu harus benar-benar tersedia
secara lokal di dekat petani, di mana petani dapat membelinya.
Kebanyakan
metode baru yang dapat meningkatkan produksi pertanian, memerlukan penggunaan
bahan-bahan dan alat-alat produksi khusus oleh petani. Diantaranya termasuk
bibit, pupuk, pestisida, makanan dan obat ternak serta perkakas. Pembangunan
pertanian menghendaki kesemuanya itu tersedia di atau dekat pedesaan (lokasi
usaha tani), dalam jumlah yang cukup banyak untuk memenuhi keperluan tiap
petani yang membutuhkan dan menggunakannya dalam usaha taninya.
- Perangsang Produksi bagi Pertanian
Cara-cara
kerja usaha tani yang lebih baik, pasar yang mudah dijangkau dan tersedianya
sarana dan alat produksi memberi kesempatan kepada petani untuk menaikkan
produksi. Begitu pula dengan kebijaksanaan-kebijaksanaan yang dikeluarkan oleh
pemerintah menjadi perangsang produksi bagi petani.
Pemerintah
menciptakan kebijaksanaan-kebijaksanaan khusus yang dapat merangsang
pembangunan pertanian. Misalnya kebijaksanaan harga beras minimum, subsidi
harga pupuk, kegiatan-kegiatan penyuluhan pertanian yang intensif, perlombaan-perlombaan
dengan hadiah menarik pada petani-petani teladan dan lain-lain. Pendidikan
pembangunan pada petani-petani di desa, baik mengenai teknik-teknik baru dalam
pertanian maupun mengenai keterampilan-keterampilan lainnya juga sangat membantu
menciptakan iklim yang menggiatkan usaha pembangunan.
Akhirnya kebijaksanaan harga pada umumnya yang menjamin stabilitas harga-harga hasil pertanian merupakan contoh yang dapat meningkatkan rangsangan pada petani untuk bekerja lebih giat dan mereka akan lebih pasti dalam usaha untuk meningkatkan produksi.
Akhirnya kebijaksanaan harga pada umumnya yang menjamin stabilitas harga-harga hasil pertanian merupakan contoh yang dapat meningkatkan rangsangan pada petani untuk bekerja lebih giat dan mereka akan lebih pasti dalam usaha untuk meningkatkan produksi.
Jadi
perangsang yang dapat secara efektif mendorong petani untuk menaikkan
produksinya adalah terutama bersifat ekonomis (A.T Mosher, 1965;124), yaitu :
a)
Perbandingan harga yang menguntungkan.
b)
Bagi hasil yang wajar.
c)
Tersedianya barang dan jasa yang ingin dibeli oleh petani untuk keluarganya.
- Unsur Perangkutan
Dalam
pembangunan pertanian terdapat unsur perangkutan. Tanpa perangkutan yang
efisien dan murah maka pembangunan pertanian tidak dapat diadakan secara
efektif. Pentingnya perangkutan adalah bahwa produksi pertanian harus tersebar
meluas, sehingga diperlukan jaringan perangkutan yang menyebar luas, untuk
membawa sarana dan alat produksi ke tiap usaha tani dan membawa hasil usaha
tani ke pasaran konsumen baik di kotabesar dan/atau kotakecil.
Selanjutnya,
perangkutan haruslah diusahakan semurah mungkin. Bagi petani, harga suatu input
seperti pupuk adalah harga pabrik ditambah biaya angkut ke usaha taninya. Uang
yang diterimanya dari penjualan hasil pertanian adalah harga di pasar pusat
dikurangi dengan biaya angkut hasil pertanian tersebut dari usaha tani ke
pasar. Jika biaya angkut terlalu tinggi, maka pupuk akan menjadi terlalu mahal
bagi petani dan uang yang diterimanya dari penjualan hasil pertanian tersebut
akan menjadi terlalu sedikit. Sebaliknya, jika biaya angkut rendah, maka uang
yang diterima oleh petani akan menjadi tinggi.
Terdapat
beberapa faktor yang mempengaruhi biaya perangkutan (A.T. Mosher, 1965;138)
antara lain :
a) Sifat barang yang harus diangkut, berapa berat atau besarnya barang itu
b) Jarak pengangkutan barang-barang itu
c) Banyaknya barang yang diangkut
d) Jenis alat perangkutan
a) Sifat barang yang harus diangkut, berapa berat atau besarnya barang itu
b) Jarak pengangkutan barang-barang itu
c) Banyaknya barang yang diangkut
d) Jenis alat perangkutan
Berbagai
sarana perangkutan dan jarak jauh bersama-sama harus membentuk sistem
perangkuan yang merupakan satu kesatuan yang harmonis. Tidak hanya jalan raya
yang diaspal, jalan setapak, jalan tanah, saluran air, jalan raya, sungai dan
jalan kereta api semuanya ikut memperlancar perangkutan. Beberapa diantaranya
dapat dibuat dan dipelihara oleh usaha setempat, termasuk pemerintah setempat.
Beberapa lagi perlu dibangun dan dipelihara oleh pemerintah propinsi dan pusat.
Kesemuanya
harus dihubungkan dan diintegrasikan satu dengan yang lainnya, sehingga hasil
pertanian dapat diangkut dengan lancar dari usaha tani ke pasar-pasar pusat.
Demikian pula sarana dan alat produksi serta berbagai jasa tidak hanya perlu
sampai ke kotakecil dan desa, melainkan juga sampai ke usaha tani itu sendiri.
Di samping syarat-syarat mutlak di atas, terdapatlima syarat lagi yang adanya tidak mutlak tetapi kalau ada benar-benar akan memperlancar pembangunan pertanian. Yang termasuk dalam syarat-syarat pelancar (A.T Mosher, 1965;149) adalah :
Di samping syarat-syarat mutlak di atas, terdapatlima syarat lagi yang adanya tidak mutlak tetapi kalau ada benar-benar akan memperlancar pembangunan pertanian. Yang termasuk dalam syarat-syarat pelancar (A.T Mosher, 1965;149) adalah :
1)
Pendidikan pembangunan
2)
Kredit produksi
3)
Kegiatan gotong-royong petani
4)
Perbaikan dan perluasan tanah pertanianPerencanaan Nasional
pembangunan pertanian
- 10. Pertumbuhan Wilayah
Dalam
sejarah perkembangan disiplin pengembangan wilayah terlihat bahwa pada awalnya
pengembangan wilayah lebih ditekankan pada alasan fisik-alamiah dan
pertimbangan-pertimbangan lingkungan. Tetapi pada perkembangan selanjutnya
pengembangan wilayah lebih diwarnai oleh alasan-alasan sosial-ekonomi
(Nurjaman, 1979 :15). Hal ini terutama disebabkan oleh pengaruh pembagian negara
dalam negara belum berkembang, negara berkembang dan negara maju, di mana
ukuran-ukuran ekonomi menjadi indikatornya.
- Teori Pertumbuhan Wilayah
Perencanaan
wilayah diperlukan karena tiap-tiap daerah memiliki potensi sumber daya yang
berbeda sehingga pertumbuhannya tidak pernah seragam. Dalam pertumbuhan
wilayah, ada yang pesat dan ada yang lambat. Adanya perbedaan perkembangan
tersebut menyebabkan perlunya strategi tertentu untuk mengembangkan suatu
wilayah. Dalam upaya pengembangan wilayah, masalah terpenting yang menjadi
perhatian para ahli ekonomi dan perencana wilayah adalah menyangkut proses
pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pertumbuhan.
Teori pertumbuhan wilayah merupakan teori pertumbuhan ekonomi nasional yang disesuaikan pada skala wilayah dengan anggapan dasar bahwa suatu wilayah adalah mini nation (Tommy Firman, 1985), sehingga konsep-konsep wilayah umumnya merujuk pada konsep-konsep pengembangan negara yang disesuaikan dengan kondisi wilayah yang bersangkutan dengan pertumbuhan ekonomi sebagai landasan. Perbedaan teori pertumbuhan ekonomi wilayah dengan teori pertumbuhan ekonomi nasional terletak pada sifat keterbukaan dalam proses input output barang dan jasa maupun orang. Dalam sistem wilayah keluar masuk orang atau barang dan jasa relatif bersifat lebih terbuka, sedangkan pada skala nasional bersifat lebih tertutup (closed region).
Teori pertumbuhan wilayah merupakan teori pertumbuhan ekonomi nasional yang disesuaikan pada skala wilayah dengan anggapan dasar bahwa suatu wilayah adalah mini nation (Tommy Firman, 1985), sehingga konsep-konsep wilayah umumnya merujuk pada konsep-konsep pengembangan negara yang disesuaikan dengan kondisi wilayah yang bersangkutan dengan pertumbuhan ekonomi sebagai landasan. Perbedaan teori pertumbuhan ekonomi wilayah dengan teori pertumbuhan ekonomi nasional terletak pada sifat keterbukaan dalam proses input output barang dan jasa maupun orang. Dalam sistem wilayah keluar masuk orang atau barang dan jasa relatif bersifat lebih terbuka, sedangkan pada skala nasional bersifat lebih tertutup (closed region).
Proses
terjadinya pertumbuhan wilayah dipengaruhi berbagai faktor baik yang bersifat
internal maupun yang bersifat eksternal. Belum adanya teori yang menyeluruh menyebabkan
pertumbuhan wilayah dapat dipandang dari berbagai sudut. Profesor Kuznets
(Jhinghan, 1990) mendefinisikan pertumbuhan ekonomi sebagai kenaikan jangka
panjang dalam kemampuan suatu negara untuk menyediakan semakin banyak jenis
barang-barang ekonomi kepada penduduk.
Berbagai permasalahan timbul dalam kaitan dengan pertumbuhan ekonomi wilayah, dan terus mendorong perkembangan konsep-konsep pertumbuhan ekonomi wilayah. Kesenjangan wilayah dan pemerataan pembangunan menjadi permasalahan utama dalam pertumbuhan wilayah, bahkan beberapa ahli berpendapat bahwa pertumbuhan ekonomi wilayah tidak akan bermanfaat dalam pemecahan masalah kemiskinan.
Berbagai permasalahan timbul dalam kaitan dengan pertumbuhan ekonomi wilayah, dan terus mendorong perkembangan konsep-konsep pertumbuhan ekonomi wilayah. Kesenjangan wilayah dan pemerataan pembangunan menjadi permasalahan utama dalam pertumbuhan wilayah, bahkan beberapa ahli berpendapat bahwa pertumbuhan ekonomi wilayah tidak akan bermanfaat dalam pemecahan masalah kemiskinan.
Salah satu
teori yang mengemukakan pentingnya pertumbuhan ekonomi adalah teori basis
ekspor. Teori ini berintikan bahwa pertumbuhan wilayah bergantung pada
permintaan yang datang dari luar wilayah tersebut. Dengan demikian peningkatan
atau penurunan ekonomi ditentukan oleh kinerja kegiatan ekspor, yang berupa
produksi barang dan jasa yang dijual ke luar wilayah. Pentingnya teori ini
terletak pada kenyataan bahwa ia memberikan kerangka teoritik bagi banyak studi
multiplier regional empiris. Asumsinya adalah bahwa ekspor adalah satu-satunya
unsur otonom dalam pengeluaran, pendapatan regional adalah kelipatan dari ekspor
jika hasrat merginal untuk membelanjakan secara lokal lebih kecil daripada
satunya (Harry Richardson, 1991). North dalam teori Export Base-nya menyebutkan
bahwa masuknya pertambahan penduduk dan modal yang sangat besar dalam suatu
wilayah dapat memberikan sumbangan besar dalam pengembangan wilayah.
Teori
Resource Base yang dikemukakan oleh Perloff dan Wingo merupakan pendalaman dari
teori Export Base, berpendapat bahwa investasi dan perkembangan sektor ekspor
di suatu wilayah memegang peranan penting dalam pembangunan ekonomi karena
selain menghasilkan pendapatan juga menciptakan efek penggandaan pada
keseluruhan perekonomian di wilayah tersebut. Teori Perloff dang Wingo ini
menekankan analisis dalam dua aspek pokok, yaitu :
- Pentingnya peranan kekayaan alam suatu wilayah pada berbagai tingkat pembangunan ekonomi
- Faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya multiplier effect dari sektor ekspor terhadap keseluruhan perekonomian wilayah.
Teori
pertumbuhan wilayah dari Perroux (Jhingan, 1990) menyatakan bahwa tidak dapat
disangkal lagi pertumbuhan ekonomi terjadi tidak disemua tempat secara merata
pada waktu yang bersamaan. Teori tersebut yang melatar belakangi Hirschman
untuk mengemukakan teori pertumbuhan tidak berimbang dan mekanisme penjalaran
pertumbuhan dari suatu wilayah ke wilayah lain. Dalam konsep tentang penjalaran
pertumbuhan, Hirschman membagi dua wilayah yaitu wilayah utara sebagai wilayah
berkembang sedangkan wilayah selatan sebagai wilayah terbelakang. Pertumbuhan
ekonomi di utara memberikan pengaruh pada selatan. Pengaruh yang menguntungkan
disebut efek penetasan (trickling down effect) yang berarti kemajuan sektor
unggulan terhadap sektor yang tidak diunggulkan sehingga kedua-duanya maju,
sedangkan pengaruh yang tidak menguntungkan disebut efek pengutuban atau
polarization effect yaitu pengambilan produk-produk unggulan dari sektor yang
tidak diunggulkan sehingga hanya sektor unggulan yang maju sedangkan sektor
yang tidak diunggulkan dirugikan (Hirschman, dalam Freidman dan Alonso, 1967).
Dalam upaya
pengembangan wilayah di negara-negara berkembang ternyata proses penjalaran
tidak berjalan sebagaimana mestinya bahkan cenderung lambat. Contohnya
perkembangan ekonomi perdesaan di Kabupaten Karawang berlangsung lebih lambat
dari pada wilayah yang menjadi basis industri. Hal ini disebabkan oleh
berkembangnya jenis industri yang tidak saling substitusi atau tidak
menggunakan bahanbakulokal sendiri sebagai inputnya, sehingga wilayah-wilayah
industri kurang dapat memberikan pengaruh dalam pengembangan ekonomi wilayah
terbelakang (Saeful, 1997).
Analisis mengenai isi Pasal 33 Ayat 3 UUD 1945
“Bumi dan air dan kekayaan yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara
dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat”.
Bunyi pasal 33 UUD 1945 sebagai berikut .“Bumi dan air dan kekayaan yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara
dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat”.
1. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan.
2. Cabang-cabang produksi yang penting bagi Negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara.
3. Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
4. Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.
Inflasi
adalah suatu keadaan di mana tingkat harga secara umum (price level) cenderung
naik. Dikatakan tingkat harga umum karena barang dan jasa yang ada di pasaran
mempunyai jumlah dan jenis yang sangat banyak, dimana sebagian besar dari
harga-harga tersebut adalah meningkat sehingga terjadi inflasi. Sedangkan
inflasi murni adalah inflasi yang terjadi sebelum ada campur tangan dari
pemerintah, baik berupa kebijakan fiskal maupun kebijakan moneter.
Sedangkan laju inflasi adalah kenaikan atau penurunan inflasi dari periode ke periode atau dari tahun ke tahun.
Sebab-sebab timbulnya inflasi
a. Kenaikan permintaan melebihi penawaran atau di atas kemampuan produksi (Demand Pull Inflation), dimana inflasi terjadi disebabkan oleh kenaikan permintaan total terhadap barang dan jasa.
b. Kenaikan biaya produksi (Cost Push Inflation), dimana inflasi yang terjadi karena meningkatnya biaya produksi, sehingga harga barang yang ditawarkan mengalami kenaikan.
c. Meningkatnya jumlah uang yang beredar dalam masyarakat, artinya terdapat penambahan jumlah uang yang beredar, sehingga para produsen menaikkan harga barang.
d. Berkurangnya jumlah barang di pasaran, artinya jumlah barang yang ada di pasar atau jumlah penawaran barang mengalami penurunan, sehingga jumlahnya sedikit sedangkan permintaan akan barang tersebut banyak sehingga harga barang naik.
e. Inflasi dari luar negeri (Imported Inflation) artinya inflasi karena mengimpor barang dari luar negeri, sedangkan di luar negeri terjadi inflasi (kenaikan harga barang di luar negeri), sehingga barang-barang impor mengalami kenaikan harga.
f. Inflasi dari dalam negeri (Domestic Inflation), artinya meningkatnya pengeluaran pemerintah atau terjadi defisit anggaran.
Sedangkan laju inflasi adalah kenaikan atau penurunan inflasi dari periode ke periode atau dari tahun ke tahun.
Sebab-sebab timbulnya inflasi
a. Kenaikan permintaan melebihi penawaran atau di atas kemampuan produksi (Demand Pull Inflation), dimana inflasi terjadi disebabkan oleh kenaikan permintaan total terhadap barang dan jasa.
b. Kenaikan biaya produksi (Cost Push Inflation), dimana inflasi yang terjadi karena meningkatnya biaya produksi, sehingga harga barang yang ditawarkan mengalami kenaikan.
c. Meningkatnya jumlah uang yang beredar dalam masyarakat, artinya terdapat penambahan jumlah uang yang beredar, sehingga para produsen menaikkan harga barang.
d. Berkurangnya jumlah barang di pasaran, artinya jumlah barang yang ada di pasar atau jumlah penawaran barang mengalami penurunan, sehingga jumlahnya sedikit sedangkan permintaan akan barang tersebut banyak sehingga harga barang naik.
e. Inflasi dari luar negeri (Imported Inflation) artinya inflasi karena mengimpor barang dari luar negeri, sedangkan di luar negeri terjadi inflasi (kenaikan harga barang di luar negeri), sehingga barang-barang impor mengalami kenaikan harga.
f. Inflasi dari dalam negeri (Domestic Inflation), artinya meningkatnya pengeluaran pemerintah atau terjadi defisit anggaran.
Nama
: Lela Sari
Kelas
: EI B
NPM :
1173234
Semester
III (tiga)
STAIN JURAI METRO
Tidak ada komentar:
Posting Komentar